Subscribe RSS


Manusia semakin mudah dalam hidup dengan adanya hasil kemajuan teknologi. Salah satu hasil kemajuan teknologi tersebut adalah komputer. Dengan semakin mudah untuk melakukan banyak hal menggunakan komputer, maka banyak orang melakukan pekerjaannya di depan komputer selama periode yang lama. Pada awalnya, hal ini tidak menimbulkan keluhan berarti, namun setelah semakin lama & semakin banyak orang yang bekerja dengan komputer, semakin banyak problem kesehatan yang muncul.

Ada banyak keluhan subyektif yang didapat oleh para pengguna komputer, secara umum keluhan mereka mengalami nyeri leher, nyeri pinggang, sakit mata, pusing, susah kencing, nyeri daerah lengan, pegal kaki, kesemutan, bahkan tekanan mental.Keluhan-keluhan seperti ini sering diabaikan, namun jika terus dirasakan, dapat mengganggu & mengurangi produktivitas kerja. Fenomena keluhan-keluhan subyektif ini dapat disebut cedera akibat tekanan kerja terus menerus. Keluhan-keluhan seperti ini sedikit yang dilaporkan, namun sangat banyak dialami oleh para pekerja yang menggunakan komputer.

Berbagai hal dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan, seperti penggunaan obat pengurang rasa nyeri sampai perbaikan-perbaikan posisi, sarana, & cara kerja sehingga keluhan dapat dikurangi atau dicegah. Namun, manusia bukanlah robot yang dapat terus bekerja dalam waktu lama, meskipun lingkungan kerjanya lebih nyaman.

Faktor risiko ini akan semakin tinggi dengan lamanya durasi kerja, dengan posisi duduk yang buruk, posisi leher yang salah, tempat kerja yang kurang memadai, penempatan layar monitor komputer, keyboard, atau kertas yang salah.Untuk menghindari atau mengurangi masalah kesehatan akibat hal tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan sikap & pengaturan kerja yang baik juga mengatur pola hidup selama & di luar jam kerja.

Sesuaikan peralatan kerja setiap akan mulai bekerja, sehingga kelelahan & cedera dapat dikurangi, seperti menyesuaikan tinggi kursi sesuai tinggi badan, meletakkan tepi atas monitor ada dalam 1 garis lurus dengan mata sehingga kepala tidak menengadah ataupun menunduk ketika melihat ke monitor, mengatur jarak monitor dengan mata ada dalam jarak membaca (sekitar 50cm) sehingga badan tidak perlu membungkuk setiap kali melihat ke monitor, & mengatur ‘refresh rate’ monitor sebesar 72Hz atau lebih sehingga mata tidak cepat lelah.

Lalu bagian punggung tersangga dengan baik oleh sandaran kursi yang empuk, menggunakan sandaran telapak kaki (footrest) sehingga posisi tungkai dalam keadaan rileks, lengan atas & bawah membentuk sudut 90 derajat saat mengetik, kedua pangkal telapak tangan bertumpu/bersandar pada meja, tidak menggantung, & menggunakan kursi dengan penyangga/sandaran lengan bawah.

Agar dapat membaca dengan nyaman, atur setting kontras & kekuatan cahaya dari monitor, tidak terlalu terang sehingga menyilaukan mata & kontras yang mencukupi sehingga tulisan di monitor mudah dibaca, menghindari adanya cahaya terang tepat di belakang atau di depan monitor, & memastikan penerangan di ruangan mencukupi untuk membaca buku/tulisan tercetak.

Untuk mendukung kerja yang optimal & mencegah terkena gangguan kesehatan, disarankan untuk beristirahat selama 5 menit setiap bekerja selama 1 jam, istirahat ini tidak dapat digabungkan. Gunakan waktu istirahat singkat ini untuk berjalan, melakukan gerakan-gerakan olahraga ringan, atau mengambil minuman. Waktu istirahat yang lebih lama (15-30 menit) setiap 4 jam bekerja, gunakan untuk rileks/beristirahat & makan. Untuk mengurangi kelelahan mata, lihat ke luar jendela (pemandangan) atau benda yang letaknya jauh setiap 10-15 menit sekali.

Cukup minum untuk mencegah dehidrasi. Kebutuhan cairan yang disarankan untuk mereka yang bekerja di ruangan ber-AC adalah sekitar 50-60cc/kgBB/hari. Jangan menahan kencing untuk mencegah infeksi saluran kemih atau terbentuknya batu di saluran kencing. Sesuaikan suhu ruangan kerja, tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Suhu yang terlalu panas akan membuat cepat lelah & emosi meningkat, sedangkan suhu yang terlalu dingin akan membuat otot menjadi kaku & lebih mudah terkena cedera.Jika dimungkinkan, putar musik dalam volume yang pelan untuk menghindari kejenuhan & meredam emosi.

Tidur dalam jumlah yang cukup, sekitar 6-8 jam/hari. Makan makanan yang bergizi lengkap, bervariasi, & seimbang, juga cukup serat (sayuran/buah). Makan berat 1-2 jam sebelum mulai bekerja sehingga ada cukup energi untuk bekerja tanpa diganggu rasa lapar atau kantuk.Berolahraga secara teratur 2-3 kali setiap pekan.

Segera berkonsultasi dengan dokter setiap kali merasakan ada gejala/keluhan di tubuh yang tidak normal sehingga dapat cepat diobati.Dengan melakukan hal-hal di atas, gangguan kesehatan akibat bekerja dengan komputer dapat dikurangi & produktivitas/efisiensi kerja meningkat.

Penggunaan obat pengurang rasa nyeri juga tidak menghilangkan masalah, tetapi hanya mengurangi gejala, & bahkan cenderung berbahaya jika digunakan dalam waktu lama. Selain itu, hampir seluruh perangkat komputer, dirancang untuk orang-orang di ‘dunia barat’ yang memiliki postur tubuh berbeda dari kebanyakan orang Indonesia.Hal ini juga diperparah oleh kurang pedulinya orang-orang yang bekerja dengan komputer.

Category: | 0 Comments


Liquid-crystal monitor ( LCD Monitor), yang dahulu pertama kali digunakan untuk monitornya notebook, kini sudah banyak dipakai pada PC Desktop. Hanya menunggu waktu sampai LCD monitor akan menggantikan posisi monitor CRT di dunia. Terdapat tiga keuntungan yang terbesar dari jenis monitor ini adalah membutuhkan lebih sedikit ruang (terutama ukuran 17″ atau lebih besar), lebih sedikit konsumsi Listrik dan 100% flicker free, walaupun hanya dengan menggunakan refresh rate pada 60 frames per detik (60Hz). Masalah utama dengan LCD adalah bahwa mereka mempunyai resolusi yang asli dan secara teoritis monitor itu hanya dapat mengerjakan resolusi ini. Jika LCD itu diberi label 1024×768, itu sangat mungkin bahwa ini resolusi yang asli nya. Jika anda tidak bisa mengatur Monitor LCD dalam resolusi yang asli nya, maka akan terjadi tiga kemungkinan :

1. Gambar akan kotak-kotak, tanpa definisi.

2. Monitor itu akan memusatkan gambar di dalam resolusi yang baru, mengurangi ukuran gambar dan akan ada suatu garis hitam antara gambar dan perbatasan layar. Sebagai contoh, jika konfigurasi yang asli adalah 1024×768 dan anda mengurangi ke 800×600, ini berarti ada 224 piksel tinggal secara horisontal dan 168 tinggal dengan tegak lurus. Gambaran itu akan dipusatkan dan di sana akan 112 piksel yang blanked (garis hitam) di atas dan di bawah gambaran dan 84 piksel yang blanked (garis hitam) pada sisi-sisi dari gambar.

3. Monitor itu akan mencoba untuk meregang gambaran sehingga bidang yang hitam di sekitar dari gambar tidak kelihatan, memenuhi keseluruhan layar, menggunakan sisipan. Bagaimanapun, tanpa teknik sisipan 100% dan anda akan merasakan gambaran mempunyai mutu lebih baik (definisi) di dalam resolusi yang sesungguhnya. Di dalam umum anda akan merasakan bahwa gambaran adalah sedikit kurang fokus ketika monitor itu bukanlah dalam resolusi yang asli nya.

Apa yang akan terjadi akan bergantung pada model monitor; pilihan itu adalah merk. Itulah sebabnya anda harus hati-hati ketika membeli Monitor LCD, atau yang notebook. Terutama disukai, memilih satu resolusi sesungguhnya dimana anda akan merasa paling nyaman menggunakan di dalam perbandingan dengan ukuran screen. Tidak ada gunanya membeli Monitor LCD 14″ dengan resolusi 1280×1024 ; gambarnya hanya akan sempurna membersihkan pada resolusi ini, tetapi anda tidak akan dapat lihat hampir segalanya di dalam layar, oleh karena ukuran yang dikurangi dari ikon-ikon, menu-menu, dll.

Masalah yang terbesar yang kedua dengan LCD monitor adalah kinerja mereka. Kinerja itu diukur di dalam seperseribu detik, yang dinamakan respon time. Waktu respon mengukur kecepatan monitor untuk menggambar layar. Jika waktu ini terlalu besar (dengan kata lain, monitor itu adalah lambat), anda akan melihat gambaran-gambaran kabur ketika anda menjalankan 3D game-game di dalam komputer Anda. Dengan Monitor LCD respon dari kira-kira 25 Ms, anda tidak akan mempunyai banyak permasalahan, tetapi gamemaniacs perlu mencari 16 Ms atau lebih rendah. Saat ini, rata rata monitor LCD sudah ada yang dapat menampilkan respon time hingga 5Ms sampai dengan 2Ms.

Akhirnya, fitur yang ketiga dari LCD monitor anda perlu untuk mengetahui disebut perbandingan kontras, yang mengukur perbedaan terang antara maksimum putih dan maksimum hitam monitor yang dapat dihasilkan. Ratio Yang lebih tinggi secara matematis akan menghasilkan gambar yang semakin baik, karena anda akan mampu membedakan antara warna-warna yang serupa. Satu Monitor LCD dengan rate 450:1 , sebagai contoh, menjadi lebih baik dibanding suatu monitor dengan yang 400:1. Bahkan saat ini, ada monitor LCD yang dapat memberikan perbandingan kontras ratio hingga 20.000:1.

Viewing angle adalah salah satu aspek yang kadang terlupakan. Monitor LCD tipe lama umumnya memberikan viewing angle yang lebih sempit. Namun belakangan, viewing angle LCD dapat menyamai proporsi CRT dengan sudut kemiringan hingga 89 derajat. Semakin tinggi viewing angle (maksimum 90 derajat), maka semakin jelas ia bisa dilihat dari samping.

Jangan lupakan pula konektor LCD yang memungkinkan gambar dikirim dari video card via konektor digital. Konektor yang umum untuk LCD adalah Digital Visual Interface (DVI). Jika video card dan LCD Anda mendukung DVI, maka penggunaan konektor ini bisa memberikan kualitas tampilan yang lebih baik. Selain itu, beberapa pengaturan OSD juga akan dilakukan secara otomatis ketika Anda menggunakan DVI. Hal ini akan mempermudah pengaturan. Tanpa harus bersusah payah, Anda bisa langsung menikmati kualitas tampilan prima. Bagi Anda yang kurang beruntung, maka konektor analog D-Sub yang umum digunakan pada CRT juga masih bisa digunakan.

Widescreen atau Square ?, nah inilah sebernya inti dari permasalah pemilihan LCD. Jawabannya sepenuhnya tergantung pada KEBUTUHAN anda. Jika anda hanya akan menggunakan monitor untuk pekerjaan sehari hari, dan menonton film dengan format widescreen pilihlah monitor dengan format WideScreen dengan perbandingan 16:9 atau 16:10. Namun jika anda adalah seorang gamers dan professional yang menginginkan presisi gambar yang baik, anda harus menggunakan monitor LCD Square dengan perbandingan layar 4:3. Ingatlah, salah dalam menganalisa kebutuhan LCD anda akan sangat mempengaruhi kenyamanan anda sendiri.

Satu lagi, jika anda tetap bersikeras ingin menggunakan LCD dengan format widescreen, pilihlah monitor LCD yang dapat menampilkan format High definition. Sebagai perbandingan, sebuah monitor square 17″ dapat menampilkan resolusi 1280 x 1024 pixels. Carilah LCD widescreen yang memiliki resolusi 1980 x 1080 pixels. Kenapa ?, karena jika anda merasa bosan, anda tetap dapat beralih ke resolusi 1280 x 1024 walaupun harus dibayar dengan penurunan ketajaman dan sisi hitam pada bagian kanan dan kiri. Tapi tentunya pemilihan LCD dengan format Full HD akan membuat kita membayar harga yang lebih mahal dari monitor square ataupun LCD Widescreen standard.

Category: | 0 Comments

Karena saya ini orang yang selalu dekat dengan teknologi semisal handpone, PC atau laptop, saya juga selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang boleh dibilang cara menghindari dari bahaya teknologi bagi kesehatan. Kegiatan yang sering saya lakukan di depan handpone, PC atau laptop antara lain sebagai berikut.

1.Tidak mengggunakan headphone/earphone dalam jangka waktu yang lama.
Hal ini bisa berpengaruh pada fungsi pendengaran telinga. Saya hanya menggunakan headphone/earphone saat saya mendengarkan musik bernuansa slow itu pun tidak dalam waktu yang lama.

2.Tidak menggunakan handphone saat batere berada di grid terakhir.
Menggunakan handphone saat batere berada di grid terakhir merupakan sesuatu yang berbahaya. Memang saat ini banyak sekali beredar dan dijual handphone yang canggih dan mutakhir. Namun sayang, banyak juga handphone-handphone tersebut yang masih high radiation alias radiasinya tinggi apalagi saat batere berada di grid terakhir.

3.Memposisikan tubuh sesuai aturan.
Posisi tubuh yang harmoni menurut saya dalam menggunakan PC atau laptop adalah dengan menyandarkan tubuh pada kursi dan duduk dengan posisi tegap serta pandangan mata lurus dengan monitor.

4.Istirahatkan mata
Setiap satu jam setelah memakai PC atau laptop, saya selalu menyempatkan untuk istirahat sejenak, kurang lebih 15 menit, untuk merileksasikan kembali kerja mata saya. Saya sering melihat pohon-pohon yang berwarna hijau atau yang dapat membuat mata saya kembali segar.

Category: | 0 Comments

Di sekitar lingkungan kita, terutama di sekolah, banyak sekali kertas-kertas bekas yang tidak terpakai, contohnya kertas ulangan, kertas undangan, dan kertas-kertas lainnya. Nah, di sini, kita akan mempelajari dan mengolah kertas-kertas itu menjadi barang yang lebih bermanfaat.


Alat dan Bahan
Membuat kertas daur ulang ini tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Alat dan bahannya bisa diperoleh dengan mudah dari lingkungan di sekitar kita. Alat yang kita butuhkan , yaitu :

  1. 2 buah ember besar,
  2. Blender untuk menghancurkan kertas,
  3. Selembar kain bekas yang panjangnya cukup untuk alas menjemur kertas yang sudah jadi. Di sini kita bisa memanfaatkan kain bekas.

Bahan untuk membuat kertas daur ulang ini, yaitu :

  1. Air
  2. Kertas-kertas bekas


Cara Membuat

  1. Sortirlah kertas bekas. Pisahkan antara kertas bekas yang berwarna putih dengan yang berwarna lain.
  2. Kemudian kita hancurkan kertas-kertas bekas itu dengan cara menyobek-nyobeknya hingga berbentuk serpihan-serpihan kecil. Semakin kecil dan semakin halus sobekan kertas itu akan semakin bagus.
  3. Rendam dalam seember air selama minimal dua malam. Semakin lama merendam semakin baik.
  4. Untuk membantu proses pelarutan tinta dalam kerta bekas, maka rendaman kertas ini bisa kita rebus selama satu atau dua jam.
  5. Setelah rebusan kertas ini mendingin, kita blender rebusan ini sampai benar-benar hancur, hingga menjadi bubur kertas. Untuk menambahkan warna, kita bisa menambahkannya di langkah ini. Sebaiknya kita menggunkan pewarna alami. Di bawah ini adalah beberapa alternative yang dapat kita pilih untuk memberi warna pada bubur kertas.
    a) Kunyit : kalau diparut & disaring, menghasilkan warna kuning
    b) Daun jati : kalau diparut & disaring, menghasilkan warna merah
    c) Daun pandan wangi : kalau diparut & disaring, menghasilkan warna hijau
    d) Gambir : kalau diparut & disaring, menghasilkan warna hitam
    e) Pacar cina : kalau diparut & disaring, menghasilkan warna merah muda
    f) Nila : kalau diparut & disaring, menghasilkan warna biru
  6. Setelah itu, peras hingga kandungan air dalam bubur kertas menjadi sedikit.
  7. Ditahap terakhir ini kita dapat membentuk apa saja yang kita mau, seperti kotak pensil, dll. Kita juga dapat membuat beraneka macam benda-benda berdasarkan kreatifitas kita. Dalam tahap ini juga bisa ditambahkan lem untuk merekatkan kertas.

Nah, sekarang, kita sudah tahu bahwa tidak semua limbah susah untuk didaur ulang. Ada juga benda yang sebenarnya masih bisa kita manfaatkan namun kita tidak menyadarinya. Tapi dengan adanya info ini mudah-mudahan kita semua menjadi tahu bahwa kertas bekas bisa dijadikan benda yang mempunyai nilai fungsi bahkan ekonomi bila kita mampu mengembangkannya. Jadi, jangan biarkan kertas bekas ada di laci bangku sekolah kalian! Ayo ambil dan manfaatkan!

Category: | 5 Comments